TRADE OFF PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
TRADE OFF
PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

DOSEN PENGAMPU
: MULYONO, SE,MM
DISUSUN OLEH :
1.
NYAMIATUN ( E2B019373)
2.
HANIFAH SRI RISKI (E2B019349)
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SEMARANG
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah
memberikan kami kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk menyelesaikan
makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada
baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita nanti-natikan
syafa’atnya di akhirat nanti. Penulis
tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih
banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya. Untuk itu, penulis
mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah
ini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Terima kasih.
Semarang , 12 april
2020
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pengangguran merupakan salah satu masalah yang selalu dihadapi dan sulit untuk dihindari bagi suatu negara, baik dinegara berkembang maupun Negara maju. Pengangguran merupakan
keadaan dimana seseorang tidak memiliki pekerjaan, bekerja kurang dari waktu kerja,
atau sedang mencari kerja. Tingginya angka pengangguran mempunyai dampak buruk yang
dapat menimbulkan masalah sosial seperti tindakan kriminalitas dan menurunkan kemakmuran,
semakin turunnya tingkat kemakmuran akan menimbulkan masalah lain seperti kemiskinan. Tidak ada negara tanpa pengangguran dan tingkat
pengangguran ini merupakan salah satu alat dasar untuk mengukur kinerja ekonomi
disetiap negara. Tingkat pengangguran juga merupakan indikator bagi investor asing
dalam menganalisis sehat atau tidaknya perekonomian suatu negara yang dapat mempengaruhi
keputusan untuk berinvestasi pada negara tersebut, karena tingkat pengangguran yang
rendah dapat menggambarkan stabilnya perekonomian sehingga investor asing tertarik
untuk berinvestasi.
Rumusan masalah
1.
Apa perngertian
pengangguran dan pertumbuhan ekonomi ?
2.
Apa pengaruh
pengangguran terhadap pertumbuhan ekonomi ?
BAB II
PEMBAHASAN
1.Pengangguran
Pengangguran adalah sebuah golongan angkatan kerja yang belum
melakukan suatu kegiatan yang menghasilkan uang. Pengguran tidak terbatas pada
orang yang belum bekerja. Orang yang sedang mencari pekerjaan dan orang yang
bekerja namun perkerjaannya tidak produktif pun dapat dikategorikan sebagai
pengangguran.
2.Pengertian
Pengangguran Menurut Ahli
- Pengangguran
adalah jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan
akan tetapi belum memperolehnya. (Sukirno)
- Pengangguran
merupakan suatu keadaan di mana seseorang yang tergolong dalam kategori
angkatan kerja tidak mempunyai pekerjaan dan juga secara aktif tidak
sedang mencari pekerjaan. (Nanga) (2005: 249)
Ada yang mengatakan “Semakin tinggi derajat gelar seseorang,
semakin mudah dia mendapatkan pekerjaan” membuat banyak orang Indonesia yang
putus asa dan menyerah dalam mencari pekerjaan. Terdapat banyak sekali faktor –
faktor yang menyebabkan pengangguran, yaitu:
3. Jenis – Jenis Pengangguran
a. Jenis Pengangguran Berdasarkan Sebab Terjadinya
1. Pengangguran Siklikal (Cyclical Unemployment)
Pengangguran ini terjadi karena maju-mundurnya ekonomi suatu negara. Ketika perekonomian mengalami kemunduran daya beli masyarakat pun akan menurun. Akibatnya perusahaan akan mengurangi produksi dan perusahaan banyak memberhentikan karyawannya.
Pengangguran ini terjadi karena maju-mundurnya ekonomi suatu negara. Ketika perekonomian mengalami kemunduran daya beli masyarakat pun akan menurun. Akibatnya perusahaan akan mengurangi produksi dan perusahaan banyak memberhentikan karyawannya.
2. Pengangguran Struktural
Pengangguran strutktural adalah jenis pengangguran yang disebabkan perubahan struktur perekonomian. Contohnya peralihan perekonomian dari sektor perkebunan ke sektor industri. Masyarakat yang ingin bekerja di sektor industri sulit bekerja karena mereka terbiasa bekerja di sektor perkebunan sehingga harus menyesuaikan diri bila ingin bekerja di sektor industri.
Pengangguran strutktural adalah jenis pengangguran yang disebabkan perubahan struktur perekonomian. Contohnya peralihan perekonomian dari sektor perkebunan ke sektor industri. Masyarakat yang ingin bekerja di sektor industri sulit bekerja karena mereka terbiasa bekerja di sektor perkebunan sehingga harus menyesuaikan diri bila ingin bekerja di sektor industri.
3. Pengangguran Friksional
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang disebabkan oleh sistem yang tidak bisa mempertemukan antara pembuka lowongan kerja dan pencari kerja. entah itu karena kendala informasi, waktu ataupun geografi.
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang disebabkan oleh sistem yang tidak bisa mempertemukan antara pembuka lowongan kerja dan pencari kerja. entah itu karena kendala informasi, waktu ataupun geografi.
4. Pengangguran Teknologi
Pengangguran teknologi disebabkan oleh adanya peralihan dari tenaga kerja manusia menjadi mesin. Perusahaan biasanya lebih memilih menggunakan tenaga mesin dibandingkan tenaga manusia karena lebih cepat, mudah dan hemat biaya.
Pengangguran teknologi disebabkan oleh adanya peralihan dari tenaga kerja manusia menjadi mesin. Perusahaan biasanya lebih memilih menggunakan tenaga mesin dibandingkan tenaga manusia karena lebih cepat, mudah dan hemat biaya.
b. Jenis Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja
Jenis pengangguran ini juga terbagi 4, diantaranya:
1. Pengangguran Terbuka
Pengangguran terbuka adalah keadaan sesorang yang sama sekali tidak bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka disebabkan oleh lapangan kerja yang tidak tersedia atau tidak adanya kecocokan antara lowongan kerja dan latar belakang pendidikan.
Pengangguran terbuka adalah keadaan sesorang yang sama sekali tidak bekerja dan sedang berusaha mencari pekerjaan. Pengangguran terbuka disebabkan oleh lapangan kerja yang tidak tersedia atau tidak adanya kecocokan antara lowongan kerja dan latar belakang pendidikan.
2. Pengangguran Tidak Sepenuh Waktu/Setengah Pengangguran
Pengangguran jenis ini ditujukan pada seseorang yang mempunyai pekerjaan namun jam kerja hanya sedikit atau tidak seusai standar 7-8 per hari sehingga penghasilan mereka pun kadang tidak mencukupi.
Pengangguran jenis ini ditujukan pada seseorang yang mempunyai pekerjaan namun jam kerja hanya sedikit atau tidak seusai standar 7-8 per hari sehingga penghasilan mereka pun kadang tidak mencukupi.
3. Pengangguran Terselubung (Disguised Unemployment)
Pengangguran terselubung adalah pengangguran yang pada orang yang mempunyai pekerjaan tapi produktivitasnya rendah. entah itu karena ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dengan pekerajaan ataupun lainnya. Pengangguran jenis ini menyebabkan produktivitas kerja yang rendah.
Pengangguran terselubung adalah pengangguran yang pada orang yang mempunyai pekerjaan tapi produktivitasnya rendah. entah itu karena ketidak sesuaian latar belakang pendidikan dengan pekerajaan ataupun lainnya. Pengangguran jenis ini menyebabkan produktivitas kerja yang rendah.
4. Pengagguran Musiman
Pengguran musiman adalah pengangguran yang tidak dapat bekerja ketika pergantian musim, misalnya orang-orang yang bekerja sebagai petani sawah mereka akan bekerja selama musim panen setelah itu mereka menganggur menunggu musim berikutnya. Begitupun misalnya dengan nelayan.
Pengguran musiman adalah pengangguran yang tidak dapat bekerja ketika pergantian musim, misalnya orang-orang yang bekerja sebagai petani sawah mereka akan bekerja selama musim panen setelah itu mereka menganggur menunggu musim berikutnya. Begitupun misalnya dengan nelayan.
4. Faktor Penyebab Pengangguran
1. Jumlah Tenaga Kerja dan Jumlah Lapangan Pekerjaan Tidak
Seimbang
Saat ini memang banyak sekali lulusan – lulusan sarjana bahkan
magister yang bisa dibilang berpengalaman, namun karena kurangnya lowongan
pekerjaan yang tersedia, inilah yang membuat banyaknya pengangguran di
Indonesia. Apalagi saat ini populasi di Indonesia sedang banyak – banyaknya.
2. Kemajuan Teknologi
Saat ini sudah banyak pabrik yang hanya membutuhkan sedikit
pekerja karena kebanyakan posisi nya sudah diambil oleh robot. Selain biaya
lebih murah, menggunakan robot juga membuat pekerjaan lebih cepat.
3. Keterampilan dan Pengalaman Pemohon Tidak Sesuai Kriteria
Setiap perusahaan sudah tentu memiliki kriteria dalam menerima
karyawan, namun tentu saja akan ada persaingan dalam hal ini. Semakin tinggi
keterampilan seseorang dalam suatu posisi maka akan semakin mudah pula dia
diterima.
Beda hal nya dengan yang baru saja bekerja, biasanya mereka akan
sulit untuk diterima karena perusahaan membutuhkan kriteria yang sesuai dengan
posisi yang mereka butuhkan.
4. Kurangnya Pendidikan
Semakin tinggi gelar dan derajat seseorang, maka akan semakin
mudah dia mendapatkan pekerjaan, sehingga jika ada seseorang yang tingkat
pendidikannya rendah, biasanya dia akan menjadi buruh kasar saja, apalagi jika
seseorang itu tidak memiliki jiwa usaha.
5. PHK
Biasanya, perusahaan melakukan PHK untuk menstabilkan sistem
kerja. Pemutusan Hubungan Kerja bisa dibilang suatu hal yang paling ditakuti
karyawan swasta, karena jika kontrak kerja habis atau adanya pengurangan
karyawan yaitu PHK, karyawan swasta yang asalnya bekerja di perusahaan tersebut
akan kebingungan mencari pekerjaan di tempat lain.
6. Tempat Tinggal Jauh
Sebuah kota yang kurang atau tidak berkembang biasanya merupakan
sarang bagi pengangguran. Banyak alasan kenapa mereka menganggur, mulai dari
tempat tinggal yang jauh dari domisili, karena kurang mampu sehingga tidak bisa
mencoba peruntungan dan lain sebagainya.
7. Persaingan Pasar
Global
Saat ini di Indonesia sudah ada banyak perusahaan asing yang
didirikan, namun mereka lebih memilih menggunakan tenaga kerja dari negara lain
dibandingkan tenaga kerja dari Indonesia. Alasannya karena keterampilan juga
kemampuan tenaga kerja lokal masih tidak sesuai dengan persyaratan mereka.
8. Harapan Untuk Calon
Pekerja Terlalu Tinggi
Tentu saja setiap perusahaan menginginkan tenaga kerja yang
terampil dan berpengalaman. Namun biasanya jika ketika seleksi yang ketat tidak
ada yang sesuai, banyak dari mereka yang sama sekali tidak menerima tenaga
kerja.
5. Dampak Pengangguran
Dampak Bagi Perekonomian Negara
- Penurunan
pendapatan rata-rata penduduk perkapita
- Penurunan
penerimaan pemerintah dari sektor pajak
- Meningkatnya
biaya sosial yang harus dikeluarkan pemerintah
- Menambah
hutang negara
Dampak Bagi Masyarakat
- Menghilangkan
keterampilan seseorang karena kemampuan yang tidak digunakan
- Menimbulkan
ketidakstabilan politik dan sosial
- Pengagguran
adalah beban psikis dan psikologis bagi si pengaggur ataupun keluarga
- Dapat
memicu terjadinya aksi kriminalitas atau kejahatan
6.Cara mengatasi
pengangguran
Sebenarnya, pemerintah sudah melakukan banyak cara untuk mengatasi
pengangguran. Seperti diperbanyaknya pelatihan pekerjaan dan lain sebagainya.
Namun untuk mengurangi pengangguran tentu saja harus ada pada kesadaran dari
diri sendiri. Meskipun seseorang memiliki pengalaman dan keterampilan yang baik,
jika dia malas dan tidak kreatif maka tentu saja akan sulit bagi negara untuk
mengurangi pengangguran. Namun yang jelas, dalam mengurangi pengangguran
seharusnya tiap perusahaan lebih memperbesar kesempatan kerja dan tidak membeda
– beda kan pencari kerja.
A.
Pertumbuhan
ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara
secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas
produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan
nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan
pembangunan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan
pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian dalam selang
waktu tertentu. Semakin tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi maka semakin cepat
proses pertambahan output wilayah sehingga prospek perkembangan wilayah semakin
baik. Dengan di ketahuinya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi maka dapat
ditentukan sektor prioritas pembangunan. Menurut Todaro dan Smith (2004)
terdapat tiga faktor atau komponen utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,
yaitu akumulasi modal (capital accumulation), pertumbuhan penduduk (growth
in population), dan kemajuan teknologi (technological progress).
Berikut
ini beberapa pengaruh pengangguran terhadap perekonomian dan kehidupan sosial:
- Menurunkan
pendapatan masyarakat.
Pengangguran artinya seseorang tidak memiliki pendapatan dan ini
menyebabkan pendapatan masyarakat
secara umum turun. Turunnya pendapatan maka menurunkan daya beli
masyarakat. Daya beli masyarakat yang turun akan menyebabkan turunnya permintaan
barang/jasa dan komponen konsumsi dari PDB juga turun. Ini artinya
perekonomian di negara
tersebut menurun.
- Menurunkan
tingkat investasi
modal. Karena pengangguran tidak memiliki pendapatan maka
mereka pun tidak memiliki kesempatan untuk menabung. Sehingga, mereka
dapat menurunkan investasi,
dan selanjutnya juga menurunkan PDB di negara
tersebut.
- Menurunkan
penerimaan pemerintahan.
Pengangguran juga menurunkan jumlah transaksi ekonomi, yang berarti
menurunkan pajak
pendapatan dan pajak dari transaksi ekonomi. Jadi, semakin tinggi jumlah
pengangguran maka pajak dari masyarakat
dan penerimaan pemerintah
juga turun, sehingga pengeluaran pemerintah ikut turun, dan dampaknya pada
PDB yang juga menurun.
- Menurunkan
keterampilan masyarakat.
Secara tidak langsung menganggur adalah kondisi tidak terpakainya sumber daya
yang dimiliki oleh masyarakat.
Keadaan menganggur menyebabkan para tenaga kerja
kehilangan pengalaman atau penurunan keterampilan yang dimilikinya.
Semakin lama menganggur semakin banyak juga kehilangan pengalaman dan
keterampilan seseorang.
- Meningkatkan
biaya sosial. Pengangguran menimbulkan
beban terhadap masyarakat
akibat biaya sosial yang harus dikeluarkan, seperti biaya perawatan pasien
yang depresi
karena menganggur, biaya keamanan dan biaya pengobatan akibat meningkatnya
tindak kriminalitas yang dilakukan oleh penganggur, serta biaya pemulihan
dan renovasi beberapa tempat akibat demostrasi dan kerusuhan yang dipicu
oleh ketidakpuasan dan kecemburuan sosial para penganggur.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pengangguran yang terjadi disejumlah negara merupakan masalah yang sulit untuk dihadapi, Pengangguran menyebabkan pertumbuhan ekonomi
menjadi lamban atau bahkan terhambat. Fenomena ini bukan hanya terjadi pada
negara berkembang saja tetapi juga negara maju sekalipun.
Komentar
Posting Komentar