Review Jurnal Permintaan Dan Penawaran Daging sapi

Judul
POLA PERMINTAAN DAN PENAWARAN KETERSEDIAAN DAGING SAPI NASIONAL TAHUN 2030 DENGAN PENDEKATAN FORECASTING
Jurnal
Analisis forecasting, trend , ketersediaan daging sapi, komsumsi daging sapi
Volume dan Halaman
Vol. 18 / No.1
Tahun
Januari 2020
Penulis
Moeljono Fakultas Ekonomi Universitas Semarang
Reviewer
Hanifah Sri Rizki ( E2B019349 )
Tanggal
09 April 2020



Tujuan Penelitian
Mengetahui perbandingan antara permintaan dan penawaran daging sapi tahun 2010 – 2018. Menganalisis penawaran dan permintaan daging sapi 2030 berdasarkan analisis forecasting secara nasioanal. Mengetahui perbandingan anatara permintaan dan penawaran daging sapi 2030 secara nasional.
Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah daging sapi
Metode Penelitian
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan metode lokasi penelitian dan pengumpulan data dan metode analisis data
1.    Metode Lokasi Penelitian dan Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan dokumentasi. Data yang digunakan data sekunder. Data sekunder diperoleh dari buku-buku literatur, jurnal-jurnal menganai konsumsi dan produksi sapi dalam angka terbitan BPS dan Dinas Peternakan yang berkaitan dengan penulisan ini.
2.    Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah,: hipotesis 1. menggunakan metode deskriptif dengan menyajikan data dalam bentuk tabel dan grafik
sehingga dapat dilihat perbandingan antara penawaran daging sapi, permintaan daging sapi dan impor daging sapi pada tahun 2010-2018. Hipotesis 2. menggunakan analisis data kuantitatif untuk forecasting dengan menggunakan metode kuadrat terkecil serta menggunakan metode deskriptif dengan menyajikan data dalam bentuk tabel dan grafik sehingga dapat dilihat perbandingan antara penawaran dengan permintaan daging sapi nasional 2030. Adapun metode yang dapat digunakan untuk menganalisis data tersebut, yaitu: Trend Projection (Proyeksi Tren), yakni sebuah Metode yang digunakan untuk mencocokkan garis tren pada serangkaian data masa lalu, kemudian memproyeksikan garis pada masa depan untuk peramalan jangka menengah atau jangka panjang. Garis tren pada metode proyeksi tren dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut: Untuk garis kemiringan b dapat ditemukan dengan persamaan: Keterangan: = variabel terikat yang akan diprediksi, = persilangan sumbu y, = kemiringan garis regresi, = variabel bebas, n = jumlah data atau pengamatan, = rata-rata nilai x, = rata-rata nilai y
Definisi Operasional Variabel Depeden
Variabel depeden adalah variabel yang terikat yang dimana variabel tersebut sudah ditentukan dan tidak dapat berubah lagi.
Adapun variabel depeden dalam penelitian ini yaitu Sapid dan sapi potong
Cara dan alat ukur mengukur variabel depeden
Analisis Forecasting Heizer & Render (2011:139) menjelaskan bahwa metode forecast dilakukan dengan menggunakan model matematis yang beragam dengan data historis yang terkait dengan peramalan dan variabel sebab akibat untuk meramalkan permintaan.
Definisi Operasional Variabel independent
Variabel independent yaitu variabel bebas atau boleh berubah dalam penelitian ini. Adapun variabel independent dalam penelitian ini yaitu dengan membuat tabel pola permintaan dan penawaran sesuai tahun yang ada.
Langkah-lagkah
  1. Menyiapkan subjek ( sapid an sapi potong )
  2. Melakukan analisis forecasting
  3. Menyiapkan kerangka pikiran
  4. Menyiapkan tabel
  5. Melakukan metode penelitian
Hasil Penelitian
Perbandingan Produksi dan Konsumsi Daging Sapi 2010-2018Untuk mengetahui penawaran daging sapi, maka akan diperoleh dengan
melakukan analisis forecasting yaitu dengan menggunakan data penawaran dan
permintaan daging sapi nasional tahun 2010-2018. dimana pola permintaan dan
penawaran seperti pada tabel 2.
Tabel 2. Perbandingan Penawaran dan Permintaan Daging Sapi Nasional

Tahun 2010-2018Tahun Penawaran Permintaan Rasio2010 436.450.000,00 392.168.240,79 1,113
2011 485.335.000,00 422.477.051,41 1,149
2012 508.905.000,00 445.166.469,04 1,143
2013 504.819.000,00 495.079.804,86 1,020
2014 497.669.000,00 541.767.952,96 0,919
2015 506.660.000,77 583.272.004,48 0,869
2016 518.484.000,03 649.258.549,70 0,799
2017 486.320.000,00 687.088.964,48 0,708
2018 496.302.000,00 708.056.222,24 0,701 

pada tahun 2010 sampai tahun 2013 penawaran
daging sapi secara nasional lebih tinggi dibandingkan sisi permintaan, ketersediaan
komoditas dipasar mampu mencukupi permintaan daging sapi masyarakat. Namun,
sejak tahun 2014 sampai 2018 sisi penawaran daging sapi nasional mengalami
fluktuatif, tetapi disisi permintaan terjadian kenaikan secara konsisten.

Menurunnya sisi penawaran di tahun 2014 lebih banyak disebabkan adanya
fenomena kesejahteraan hewan, (ditahun 2014 banyak terjadi penyakit kuku dan mulut
pada negara produsen sapi potong dunia, sehigga pemerintah mengambil kebijakan
untuk mengurangi impor daging sapi dan sapi bakalan), dan label halal daging sapi
impor (pemerintah mencoba mengambil kebijakan untuk mengimpor daging sapi

Analisis Forecasting Penawaran Daging SapiPola Penawaran daging sapi hingga tahun 2030 diperoleh dengan analisisforecasting menggunakan data penawaran daging sapi tahun 2009-2018, sehingga
diperoleh persamaan Trend Linier sebagai berikut:

No Tahun X Penawaran Kenaikan (%)1 2019 10 537.331.889,12 1,01
2 2020 11 541.721.255,80 1,01
3 2021 12 546.110.622,48 1,01
4 2022 13 550.499.989,16 1,01
5 2023 14 554.889.355,84 1,01
6 2024 15 559.278.722,52 1,01
7 2025 16 563.668.089,20 1,01
8 2026 17 568.057.455,88 1,01
9 2027 18 572.446.822,56 1,01
10 2028 19 576.836.189,24 1,01
11 2029 20 581.225.555,92 1,01
12 2030 21 585.614.922,60

Pada sisi penawaran daging sapi pada tahun 2019-2030 mengalami peningkatan
yang yang konsisten yaitu dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 4.389 Ton dengan
peningkatan rata-rata 1,01. Hasil dari analisis forecasting hanya menggunakan data
tahun penawaran 2010-2018, dengan demikian faktor-faktor lain diasumsikan konstan.
Faktor-faktor lain tersebut diantarannya adalah apabila pemerintah menaikan kuota
impor daging sapid an hasil turunannya, serta adanya intensif bagi para rumah tangga
peternak, sehingga produktifitas meningkat.

Kelebihan Penelitian
Kelebihan penelitian ini adalah dalam membandingkan permintaan dan penawaran analisis forecasting menunjukkan bahwa ketersediaan daging sapi dan
konsumsi daging sapi pada tahun 2030 mengalami trend kenaikan serta
perbandingan antara penawaran dengan permintaan daging sapi Nasional 2030
menunjukkan ratio permintaan daging sapi lebih besar
.
Kesimpulan
1. Perbandingan sisi penawaran dan sisi permintaan daging sapi nasional periode tahun 2019-2030, menunjukan trend meningkat dan konsisten. Analisis forecasting menghasilkan bahwa sisi penawaran daging nasional mengalami peningkatan namun tidak mampu memenuhi permintaan dalam negeri sehingga rasionya < 1. 2. Hasil analisis forecasting menunjukkan bahwa ketersediaan daging sapi dan konsumsi daging sapi pada tahun 2030 mengalami trend kenaikan serta perbandingan antara penawaran dengan permintaan daging sapi Nasional 2030 menunjukkan ratio permintaan daging sapi lebih besar dibandingkan dengan penawaran daging sapi yaitu ratio >1, sehingga program swasembada daging sapi tertunda.
Saran
Dari hasil penelitian dapat diberikan saran kepada pihak-pihak berikut ini:
1.    Saran Kepada Pemerintah, diharapkan membuat suatu kebijakan yang dapat menjamin permintaan daging sapi dengan meningkatkan posisi penawaran (produksi) daging sapi.
2.    Saran Kepada Peternak, diharapkan untuk dapat meningkatkan produksi daging sapi untuk dapat mendukung ketersediaan daging sapi.


Komentar

  1. Bagus
    Penjelasan cukup memahamkan

    BalasHapus
  2. Baru tahu sekarang, terimakasih telah berbagi informasi..

    BalasHapus
  3. Terimakasih, Sangat Bermanfaat.

    BalasHapus
  4. Bagus dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. Bermanfaat sekali terimakasih 🙏

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah bagus, ditingkatkan lagi, semoga bermanfaat ilmunya bagi kita semua. Terimakasih

    BalasHapus
  7. Terimakasih sangat bermanfaat...

    BalasHapus

Posting Komentar